Waspadai dan Antispasi Penyakit ISPA di Musim Penghujan

Posted on Posted in Health & Fitness

Memasuki musim penghujan hal yang perlu diwaspadai adalah beberapa penyakit musiman, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), kemudian biasa berkembang menjadi diare, muntaber, demam berdarah. Namun yang banyak pasien keluhkan adalah ISPA.

dr . Indah Paramitha, dokter umum UGD RSUD Wirosaban Yogyakarta mengatakan daya tahan tubuh yang menurun akibat kehujanan, makan yang tidak teratur, jajanan di luar yang mudah terinfeksi pembawa penyakit seperti debu, lalat, bisa berdampak pada infeksi saluran pernafasan tersebut. “Penyakit ISPA bisa ditengarai cirinya seperti gejala panas demam, batuk dan radang pada tenggorokan, sakit kepala, kejang dan koma, mudah letih serta berkeringat banyak,” terangnya.

Penyakit ISPA

Penyebab terjadinya ISPA adalah sejenis virus, bakteri dan jamur dan kebanyakan adalah virus. “Diagnosis yang termasuk dalam virus ini adalah, rhinitis, sinusitis, faringitis, tosilitis dan laryngitis,” tambahnya.

“Virus ini biasa muncul pada musim penghujan karena daya tahan tubuh kurang, jadi mudah terserang ISPA ataupun influenza, untuk pertama kali diperbanyak air putih, dan makan buah-buahan yang bervitamin C, setelah itu menunggu perkembangan,” tambahnya.

Hal –hal yang penting diperhatikan saat mengantisipasi ISPA yakni hal pertama, mengatasi panas demamnya, untuk anak usia 2-5 tahun demam diatasi dengan memberikan parasetamol atau dengan kompres, bayi di bawah 2 bulan dengan demam harus segera dirujuk bisa diberi parasetamol diberikan 4 kali tiap 6 jam untuk waktu 2 hari.

Cara pemberiannya, yakni tablet dibagi sesuai dengan dosisnya, kemudian digerus dan diminumkan si anak. “Selain itu juga dikompres, dengan menggunakan kain bersih, celupkan pada air hangat, tidak perlu air es,” tandasnya.

Kedua, mengatasi batuk si anak bisa diberi obat batuk yang alami seperti yaitu ramuan tradisional yaitu jeruk nipis 1/2 sendok teh dicampur dengan kecap atau madu 1/2 sendok teh , diberikan tiga kali sehari. Atau secara medis diberi sesuai resep batuk dari dokter bersangkutan. Ketiga, dalam hal asupan makanan yakni diberikan makanan yang cukup gizi, banyak mengandung vitamin C, bertahap sedikit-sedikit tetapi berulang-ulang yaitu lebih sering dari biasanya.

Untuk bayi yang terinfeksi ISPA pemberian ASI tetap diteruskan. Selain itu untuk proses penyembuhan diperbanyak air putih, atau air sari buah sehingga cairan yang hilang bisa segera diganti dengan minuman tersebut. Jumlahnya diharaplan lebih banyak dari biasanya. “Hal ini akan membantu mengencerkan dahak, kekurangan cairan akan menambah parah sakit yang diderita,” ujarnya.