Pengakuan Ira Koesno Setelah Memandu Debat Cagub DKI Putaran 1

Posted on Posted in Entertainment

Didapuk menjadi moderator pada debat perdana cagub-cawagub DKI 2017, Dwi Noviratri Koesno atau yang lebih akrap disapa Ira Koesno, menjadi sorotan banyak pasang mata pemirsa. Ira, sosok yang tak asing lagi di dunia berita, pun sempat merasa tegang. Meski begitu, kata dia, yang merasakan ketegangan lebih tinggi adalah para kandidat pasangan cagub-cawagub DKI.

“Tegang? Mungkin yang lebih merasa tegang para paslon ya, kalau saya selalu beranggapan bintangnya mereka. Saya ini katalisator, mereka harus kuat, harus bersinar,” kata Ira lembut seusai memandu debat Pilkada DKI, Jumat 13 Januari 2017 malam.

Terkait perannya sebagai moderator pada malam yang bersejarah tersebut, Ira dengan bijak menjawab bahwa ia hanya mendapat amanah dan mengemban tugas sebagai katalisator, di mana tetap paslonlah yang harus lebih kuat dan bersinar.

“Pada akhirnya apa yang disampaikan (kandidat) adalah yang akan diambil oleh rakyat. Akhirnya, publik akan memilih salah satu pasangan dari mereka, ya yang disampaikan oleh paslon,” Ira melanjutkan.

Meski debat pertama pasangan cagub cawagub DKI berlangsung lancer dan tertib, Ira merasa sedikit kecewa karena sesi favoritnya dirasa kurang. Menurut dia, sesi tersebut seharusnya lebih bisa memuaskan hasratnya sebagai moderator debat bergengsi yang disiarkan langsung di 10 TV nasional.

“Sebenarnya pada sesi 4 dan 5 saya cukup suka. Alurnya kurang lebih sudah seperti yang diharapkan, walau sebenarnya bisa lebih gereget lagi, ini kan sesi untuk saling berargumen,” harap Ira.

Selanjutnya pada debat putaran kedua dan tiga, Ira berharap ketiga paslon bisa memberikan paparan yang lebih “menendang” di sesi kesukaannya tersebut.

“Ya (bisa) lebih tajam. Sesi 4 dan 5 itu harusnya lebih tajam. Tapi, sekali lagi kalau kita dibatasi oleh waktu begitu, ini jadi agak repot,” ujar Ira Koesno sambil melemparkan senyum manis.