Pendarahan, Penyebab Utama Kematian Ibu Saat Melahirkan

Posted on Posted in Health & Fitness

Mungkin benar ungkapan yang mengatakan bahwa melahirkan mempertaruhkan nyawa sang ibu. Karena ternyata, masalah pendarahan postpartum atau setelah bayi lahir menjadi penyebab kematian paling tinggi saat ibu melahirkan. Pendarahan saat melahirkan dapat menyebabkan komplikasi yang serius.

Selama ini, penyebab utama kematian ibu saat melahirkan adalah karena pendarahan. Setelah itu diikuti eklansi atau keracunan saat kehamilan dan yang ketiga karena infeksi.

Penyebab Utama Kematian Ibu

Secara global, jumlah kematian maternal dunia pada tahun 2000 diperkirakan mencapai 529 ribu orang. Jumlah tersebut tersebar di Asia sebanyak 47,8 persen (253 ribu kasus), Afrika 47,4 persen (251 ribu kasus), Amerika Latin dan Caribbean 4 persen (22 ribu kasus), dan kurang dari 1 persen (2.500 kasus) terjadi di negara maju. Di kawasan Asean, Indonesia menempati urutan tertinggi angka kematian maternal, yakni mencapai 390 kasus per 100 ribu kelahiran hidup, jauh di atas negara Asean lainnya

Kematian maternal merupakan kematian ibu yang ada hubungannya dengan kehamilan, persalinan, dan nifas, yakni enam minggu setelah melahirkan. Angka kematian maternal adalah jumlah kematian maternal per 100 ribu kelahiran hidup. Perdarahan postpartum masih merupakan penyebab terbanyak kematian maternal.

Seorang ibu yang melahirkan, umumnya memang mengeluarkan darah. Secara fisiologis, jumlah darah yang keluar ini bisa hingga mencapai setengah liter namun tanpa menyebabkan gangguan homeostasis. Namun bila pendarahan yang terjadi melebihi volume yang normal, maka dapat menimbulkan masalah serius. Pendarahan yang berlebih inilah yang dapat dikategorikan sebagai perdarahan postpartum.

Secara teori, setiap perdarahan yang dapat mengganggu homeostasis tubuh atau mengakibatkan tanda hipovolemia termasuk dalam kategori perdarahan postpartum. Perdarahan hebat menyebabkan penurunan volume sirkulasi sehingga terjadi respons simpatis.

Menghitung jumlah darah yang keluar saat melahirkan bukanlah pekerjaaan yang mudah. Biasanya jumlah darah yang keluar bisa diperkiraan dengan melihat seberapa basah kain yang dipakai sebagai alas. Selain itu, bagaimana darah mengalir dan berapa lama darah tetap mengalir juga dapat digunakan sebagai acuan.

Beberapa akibat yang terjadi bila pendarahan hebat tidak segera ditangani adalah terjadinya takikardia, kontraktilitas otot jantung meningkat, dan vasokonstriksi perifer. Sedangkan kematian terjadi karena kegagalan multiorgan.