Merubah Masalah Untuk Memulai Bisnis Besar

Posted on Posted in Business & Economy, General

Merubah Masalah Untuk Memulai Bisnis Besar Sekian Banyak pernyataan menyampaikan sebelum mengawali berbisnis, ada baiknya mencari masalah apalagi lalu. Sebab dari masalah itu nantinya bakal dijadikan yang merupakan usaha. Apakah opini tersebut benar?

merubah masalah untuk memulai bisnis besar

Vice President Go-Jek Alamanda Shantika dengan cara tersirat menyetujui hal itu. Beliau lantas menceritakan gimana awalnya Go-Jek mampu hadir ke tengah warga.

Kepada mulanya Go-Jek hadir guna memudahkan warga dalam memesan ojek. Disaat itu masihlah berbasis telpon. Susahnya mengetahui posisi & ketersediaan driver, menciptakan perusahaan besutan Nadiem Makarim itu pula menciptakan penerapan.

“Kami dahulu mesti menghubungi driver ojek bila ada pesanan. Membutuhkan ketika kurang lebih 20 menit. Biar lebih serentak kami menciptakan penerapan,” papar Alamanda dikala isi sesi 1 gerakan Ignation, Kegiatan 1.000 Startup Digital yg berjalan di Kampus Trisakti, Jakarta.

Pernyataan yg serupa pula disampaikan oleh Co-Founder Tokopedia Leontinus Alpha Edison. Beliau & William Tanuwijaya mempunyai gagasan mendirikan Tokopedia sebab menyaksikan tak adanya fasilitas menjual beli yg enteng bagi penjual & aman bagi konsumen.

“Kala itu tak ada pelayanan e-commerce buatan dalam negara di deretan web terpopuler di Indonesia. Tidak Sama bersama China ataupun Korea,” kata Leontinus.

Meskipun telah menemukan masalah utk dijadikan sebuah bisnis, bukan berarti sesudah mengawali business kita tak dapat menemukan masalah, malah lebih tidak sedikit. & ini diingatkan betul oleh Leontinus pada peserta supaya tak jadi terlena.

Cowok berkacamata ini mencatat ada 10 masalah yg sempat dia hadapi ketika mengawali Tokopedia.

“Dulu aku dibriefing orang, kalo ingin menjadi raksasa mesti connect ke bank. Demikian aku connect bersama bank, mereka perlu transaksi yg amat sangat tinggi sekali. Bingung jadinya,” kata Leontinus.

Ke-2 mencetak tim. Di awal berdirinya Tokopedia, Leonydus mengaku susah menemukan beberapa orang yg dapat direkrutnya. Padahal dirinya sudah mengakses stand husus kala ada arena jobs fair.

“Saya telah pesan spot termahal, tetapi tak ada yg datang. Hasilnya saja rekrut aja leader officernya, hingga saat ini bersi kukuh. Sekarang Ini menjadi Head of Costomer Care,” kenang laki laki yg mengaku berbobot 99 Kg ini.

Masalah ke3 yakni bagaimanakah kiat menghadapi perusahaan gede. Keempat, persoalan scalability tehnologi & operasional. Dulu ada masalah pendanaan juga menghadapi keadaan saat perusahaan telah berkembang.

“Manage 20 orang itu tidak serupa bersama 500 orang,” kata alumnus Kampus Atma Jaya Yogyakarta ini.

Leontinus lanjut memaparkan masalah yg dihadapinya, mulai sejak kampanye hitam, mencari bakat, sampai masalah ekternal. Namun dia mengingatkan biarpun tidak sedikit masalah yg menanti, tak butuh takut utk merintis startup. Apalagi waktu ini ada Kegiatan National 1.000 Startup Digital ini.

“Andaikan dahulu ada yg mengajari & memandu, betapa happy-nya aku,” pungkasnya.