Jokowi Berpesan supaya Anak Tumbuh Tak Sangat Gemuk

Posted on Posted in General

balita-sehatPresiden RI Joko Widodo berpesan supaya anak-anak tak tumbuh sangat gemuk. Anak tak perlu konsumsi makanan berlebihan termasuk juga terlalu berlebih konsumsi makanan penambahan.

” Janganlah banyak-banyak (makan), kelak kegemukan. Tak baik, ” kata Jokowi waktu mencanangkan program pembagian makanan penambahan untuk ibu hamil serta beberapa balita di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (5/11/2016).

Dalam peluang itu, Jokowi membagi seribu paket makanan penambahan untuk kian lebih 1. 500 warga Balikpapan, terbagi dalam ibu hamil, balita, serta siswa sekolah basic.

Sembari membagi, Jokowi berulang-kali berpesan supaya anak tidaklah terlalu banyak konsumsi makanan, termasuk juga makanan penambahan, hingga kegemukan. Tidak cuma sekali. Ia berpesan bahkan juga hingga tiga kali, baik pada ibu hamil, balita, serta siswa SD.

” Saya suka anak-anak saat ini tinggi semua. Bila sangat gemuk memanglah tak baik, ” kata Jokowi.

Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek, yang ikut mengikuti Jokowi, menyampaikan kalau 19, 1 anak balita di Kalimantan Timur menanggung derita kurang gizi.

Angka itu masihlah termasuk tinggi serta mesti ditekan sampai 10 %. Walau banyak temuan gizi jelek, perkembangan tinggi tubuh termasuk baik.

Anak dengan perkembangan tinggi tubuh yang pendek serta tumbuh ke samping (kegemukan) malah ada di rata-rata nasional, yaitu 26, 6 %. Nila membidik angka itu turun jadi 20 %.

Begitu halnya 11, 9 % balita kurus yang ada di Kalimantan timur. ” Persentase ini ingin di turunkan lagi, ” kata Nila.

Masihlah ada persentase besar anak gizi kurang, balita kurus, sampai perkembangan tinggi tubuh itu berlangsung lantaran pemerintah masihlah memakai kartu menuju sehat dengan basic tabelisasi.

Pemerintah tak lihat aspek kenaikan berat serta penurunan berat tubuh.

” Memakai standard WHO dengan deskripsi berat bada per tinggi tubuh jadi persentase temuan dapat lebih rendah dari yang disebutkan sampai kini, ” kata Nila.

Program PMT diinginkan dapat menyebabkan warga selalu konsumsi makanan dengan kandungan protein serta kalori yang butuhkan badan. Apabila berat tubuh naik, mengkonsumsi makanan penambahan barulah dapat dihentikan.

” Saya titip untuk ibu hamil, bayi yang masih tetap dalam kandungan utama di beri gizi yang baik, baik protein, telur, tahu tempe, ikan, daging, dengan makanan penambahan utama sekali. Ini kalori tinggi, ” kata Jokowi.

Disamping itu, temuan gizi jelek, tinggi tubuh kurang, perkembangan ke samping, serta balita kurus berlangsung lantaran kekeliruan pola asuh keluarga, kurangnya pengetahuan tentang pangan bernilai gizi bagus, serta masalah bawaan dari anak-anak.

Kepala Dinas Balikpapan Ballerina menyampaikan, masalah seperti ini banyak diketemukan pada orang-orang pendatang. Pada 2016 saja, pemerintah sudah temukan dua masalah gizi jelek pada anak.

” Paling banyak diketemukan di orang-orang pendatang. Jumlah warga Balikpapan 90 % kan pendatang. Kita menemukannya sesudah mereka dirumah sakit, ” kata Ballerina.

Mereka datang dari keluarga pendatang dengan keadaan hidup ekonomi menengah bawah serta melakukan hidup di pinggir kota.