Gunung Merapi dan Pola Bencana

Posted on Posted in General

Indonesia menggambarkan salah satu negeri yang kaya dengan gunung berapinya. Tidak kurang dari 129 gunung diantara ratusan gunung yang terdapat di negeri kita merupakan gunung berapi aktif. Uniknya, tiap gunung berapi mempunyai style ataupun model erupsi yang berbeda-beda. Begitu pula dengan letusan gunung merapi yang terjalin secara berulang-ulang semenjak bertepatan pada 26 oktober 2010 kemudian pula mempunyai kekhasannya yang membedakannya dengan gunung yang lain.

Gunung merapi yang terletak dekat 30 kilometer utara yogyakarta ini menggambarkan salah satu gunung berapi amat aktif di dunia. Dengan ketinggian yang menggapai 2. 986 m, letusan gunung ini mempunyai kemampuan mengganggu yang snagat besar terhadap wilayah sekitarnya. Serupa yang baru aja terjalin, tidak kurang dari 100 orang tewas dan juga ratusan orang yang lain mengidap pengelupasan kulit akibat sambaran wedhus gembel yang panasnya menggapai 300 sampai 500 derajat celsius.

Sejarah letusan

Dibanding gunung berapi yang lain, gunung merapi tercantum yang kerap meletus. Para pakar geologi mencatat periode letusan merapi terjalin tiap 3 sampai 5 tahun buat erupsi pendek, 5 sampai 7 tahun buat erupsi lagi, dan juga buat letusan besar mampu terjalin antara 30 sampai 70 tahun. Semenjak letusan terakhir pada juni 2006 aja, merapi telah meletus sebanyak 83 kali.

Sejarah gunung merapi sempat mencatat beberapa letusan besar yang sempat terjalin. Antara lain pada tahun 1006 ataupun dini abad 11, akibat letusan gunung merapi berbentuk debu dan juga awan panas menyebar sampai menutupi sebagian besar daerah di jawa penggalan tengah.

Begitu pula dengan letusan-letusan yang terjalin pada tahun 1786, 1822, dan juga 1872, dikenal amat besar. Terlebih lagi letusan yang terjalin pada tahun 1872, tercatat menggapai angka 3 sampai 4 pada skala vei dan juga jadi letusan terbanyak sejauh abad 19 dan juga 20. Besarnya letusan dikala itu setara dengan letusan merapi yang terjalin tahun 2010 ini.

Tipologi letusan

Jenis letusan dari gunung merapi amat khas yang diisyarati dengan magma kental dan juga tekanan gas rendah. Bagi van bemmelen, seseorang pakar geologi asal belanda, letusan merapi tidak bertabiat eksplosif melainkan berbentuk lelehan lahar yang mendesak kubah lava sampai-sampai menciptakan guguran awan panas dan juga wedhus gembel.

Tetapi dalam kurun waktu 50 tahun terakhir, para pakar mencatat terdapat pergantian pada pola letusan gunung merapi. Perihal ini nampak sekali pada letusan yang terjalin pada bertepatan pada 26 oktober, dan pada 4 dan juga 5 november 2010. Letusan terakhir ini pula diisyarati jenis vulkanian dengan tekanan gas yang amat besar sampai-sampai menciptakan letusan ekslosif yang menjulang vertikal ke angkasa sampai menggapai 5 kilometer.

Terlebih lagi bagi profesor dokter sari bahagiarti, pakar geologi dari upn pensiunan yogyakarta, letusan merapi kali ini nampak aneh. Letusannya tidak cuma khas merapi dengan wedhus gembelnya, tetapi pula memperlihatkan jenis vulkanian dan juga jenis palean dengan lava pijarnya yang menerjang lewat lereng gunung.