5 Hal yang perlu Anda ketahui tentang Unjuk rasa 2 Desember 2016

Posted on Posted in General

5 Hal yang Perlu Anda ketahui tentang unjuk rasa 2 Desember 2016 – Kepolisian Indonesia serta Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), setuju kalau unjuk rasa pada tanggal 2 Desember jadi dikerjakan di Jakarta. Bagaimana penyusunan saat serta tempatnya? Di bawah ini lima hal yang butuh Anda kenali mengenai tindakan itu :

berita-aksi-demo-2-desember

1. Unjuk rasa bakal diselenggarakan di lapangan Monumen Nasional
Unjuk rasa yang diorganisir Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), yang di pimpin oleh Front Pembela Islam serta diikuti beberapa organisasi massa lain, dimaksud Tindakan Bela Islam III. Demo ini bakal berisi zikir serta salat Jumat, serta bakal diadakan di lapangan Monumen Nasional.
Tempat itu disetujui Polisi serta GNPF-MUI sesudah dialog yang dimediasi Majelis Ulama Indonesia (MUI).
” Ini jadi win-win solution. Ini baik untuk pengamanan, baik juga untuk keselamatan jiwa beberapa peserta tindakan, ” kata Ketua Pembina GNPF-MUI serta FPI Rizieq Shihab.
Kapolri Tito Karnavian menyampaikan, lapangan Monas bisa menyimpan sekitaran 700. 000 orang. Bila jumlah peserta melampaui itu, disediakan tempat di Jalan Merdeka Selatan.

Selanjutnya Kapolri menerangkan, pihaknya melarang aktivitas salat Jumat di Bundaran Hotel Indonesia, (HI), yang terlebih dulu direncanakan GNPF-MUI, dengan argumen mengganggu ketertiban umum. Polisi punya maksud hindari preseden jelek sekalian menghindar perseteruan, kata Tito.
” (Bila diizinkan), bebrapa minggu selanjutnya dapat jadikan argumen oleh siapa juga untuk tutup berjalan-jalan protokoler tiap-tiap minggunya dengan argumen salat Jumat. ”
” Tutup jalan protokol, bakal bikin polisi memiliki hak membubarkan. Ini bakal menyebabkan kondisi tak kondusif.

Dapat berlangsung perseteruan, Dapat ada pengunjuk rasa yang luka, polisi yang luka seperti waktu demonstrasi 4 November ada 18 polisi yang luka, ” katanya.
Meski berkompromi masalah tempat, Rizieq Shihab menyampaikan GNPF-MUI tetaplah menuntut supaya aparat menahan gubernur Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama dengan kata lain Ahok.

2. Unjuk rasa usai sesudah salat Jumat
Rizieq Shihab menyampaikan, unjuk rasa pada 2 Desember berbentuk zikir serta doa untuk keselamatan negeri dan ceramah dari beberapa pemuka agama serta ulama. Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin bakal jadi khatib dalam salat Jumat.

Acara diawali dari jam 08. 00 WIB sampai usai salat Jumat, sekitaran jam 13. 00 WIB. Satgas GNPF-MUI bakal bekerjasama dengan Polri serta TNI untuk mengatur tehnis pengerjaannya.
Selesai salat jumat, lanjut Rizieq, GNPF-MUI bakal bertanggungjawab atas pembubaran massa.
” Pimpinan GNPF bakal membagi pekerjaan untuk melepas mereka. Untuk yang pulang ke arah utara, selatan, timur, barat, bakal ada pimpinan GNPF yang menegur mereka serta menerangkan supaya mereka pulang dengan teratur ke daerah semasing. ”

3. Polisi bakal mengamankan tindakan diluar tempat serta saat yang ditentukan
Polri serta GNPF-MUI menanggung kalau tindakan bakal jalan ” super damai “.
Selanjutnya Rizieq Shihab menyebutkan, bila ada gerakan pada tanggal 2 Desember diluar tempat serta saat yang disetujui, jadi itu bukanlah sisi dari Tindakan Bela Islam III.
” Kami GNPF-MUI tak bertanggungjawab, dan Polri memiliki hak menghadapi serta mengatasinya. ”

4. Polisi berjanji tak menghambat warga turut unjuk rasa
Polri setuju akan tidak menghambat warga dari luar Jakarta untuk ikuti unjuk rasa.
Terlebih dulu, polisi di beberapa daerah dilaporkan menghadang warga datang ke Jakarta untuk ikuti unjuk rasa, bahkan juga melarang perusahaan operator bus melayani pemberangkatan beberapa peserta tindakan.
” Saya bakal memohon ke semua deretan kepolisian agar beberapa perusahaan pengangkutan bisa mengantarkan saudara-saudara kita, ” kata Kapolri. Habib Rizieq Shihab menyampaikan, sekarang ini peserta tindakan di beberapa daerah pernah menyebutkan kalau mereka nekat jalan kaki ke Jakarta.
” Seperti di Ciamis, 10. 000 orang telah siap jalan kaki ke Jakarta bila tak ada perusahaan transportasi yang ingin melayani mereka. ”

Untuk meyakinkan mobilisasi massa jalan dengan teratur, satgas GNPF di selama Sudirman-Thamrin bakal menyongsong beberapa pengunjuk rasa dari beragam daerah lalu membimbing mereka ke tempat.

5. Polisi menghadapi penyusupan grup teroris
Kapolri Tito Karnavian menyampaikan ada beberapa pihak yang memakai gosip serta pengumpulan massa ini untuk maksud negatif, termasuk juga grup teroris.

Dalam sepekan ke belakang, polisi sudah menangkap beberapa orang terduga anggota grup yang berbaiat pada ISIS.
” Hingga hari ini, kita sudah menangkap 12 orang, beberapa turut dalam demo 4 november, ” kata Tito.
Terlebih dulu, Kepala Divisi Jalinan Orang-orang Polri Irjen Boy Rafli Amar menyampaikan, Densus 88 sudah menangkap sembilan anggota Khafilah Syuhada al-Hawariyun pimpinan Abu Nusaibah pada Sabtu (27/11) lantas.
Mereka disangka punya niat memakai kerusuhan selesai demonstrasi pada 4 November untuk untuk merebut senjata api punya aparat. Gagasan ini tidak berhasil lantaran aparat waktu itu tak membawa senjata api.

Lalu pada Minggu (28/11), polisi dilaporkan menangkap dua orang terduga masalah terorisme yang merencanakan mengebom markas polisi, gedung DPR serta beberapa kantor kedutaan besar negara asing di Indonesia.
Bahrain Agam serta Saiful Bahri mempunyai jalinan dengan Rio Priatna Wibowo, tersangka pembuat bom yang di tangkap di Majalengka. Ketiganya anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD).